Menggunakan Pembayaran Smart Digital Payment Lebih Aman

Industri pembayaran digital terasa marak digunakan menyusul tren transformasi digital. Oleh maka dari itu penting paham tips merawat keamanan dalam pemakaian pembayaran Smart Digital Payment.

“Tips utama dalam merawat keamanan pembayaran digital ialah memilih platform yang mencukupi ketentuan keamanan transaksi.

Di level nasional tentu perlu terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kemkominfo dan udah diotorisasi oleh Bank Indonesia sebagai penyelenggara payment gateway,” paham Infrastructure plus Security Manager Xendit, Theo Mitsutama sementara Webinar Tantangan Pelindungan Data dan Keamanan Teknologi dalam Industry Pembayaran Digital.

Selain itu, lanjut Theo, sistem, proses bisnis, dan pusat knowledge platform berikut perlu diaudit secara berkala oleh auditor eksternal untuk menegaskan mereka selalu mematuhi standar keamanan. Standar keamanan dimaksud layaknya kerahasiaan data, penerapan kebijakan keamanan informasi, dan deteksi penipuan transaksi.

“Setelah memilih platform pembayaran digital yang tepat, seterusnya perlu diperhatikan sementara laksanakan transaksi. Selalu memanfaatkan kata sandi yang unik dan kuat dan juga jangan lupa aktifkan PIN untuk transaksi tertentu,” sarannya.Industri jasa keuangan sendiri secara umum dikenal mempunyai empat cabang besar, yaitu:

-Perencanaan keuangan (membantu memicu ketentuan dalam kegiatan finansial);
-Agregator (memberikan data, bantuan, dan petunjuk yang relevan perihal bermacam pasar);
-Pembayaran/payment gateway; dan
-Pinjaman.

“Jasa pembayaran merupakan cabang yang paling banyak dengan 44% dari keseluruhan seluruh industri jasa keuangan. Payment gateway bekerja sebagai perantara pada penjual dan konsumen dalam perihal pembayaran,” terang Theo.

Dengan payment gateway penjual tidak perlu kembali sediakan banyak rekening dari bermacam bank untuk terima pembayaran. Penyedia jasa pembayaran mampu terima transfer dana dari bermacam macam rekening bank untuk sesudah itu disalurkan kepada penjual.

“Keamanan bukan merupakan hasil akhir, tetapi sebuah proses perjalanan. Dibutuhkan bisnis terus menerus untuk melakukan perbaikan proses dengan laksanakan literasi kepada karyawan dan membangun pertalian kerja serupa dengan regulator, komunitas, dan pelaku industri lainnya,” pungkas Theo.

Sementara itu dari sisi regulator, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pemerintah bakal menegaskan keamanan pembayaran digital melalui sisi regulasi.

“Kita mempunyai UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) beserta turunannya, dalam regulasi itu keamanan transaksi digital udah diatur. Kami termasuk sedang berproses dengan DPR mengupas RUU Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang termasuk mengatur keamanan knowledge pengguna platform pembayaran digital,” tuturnya.

RUU PDP bakal jadi rambu-rambu sehingga masyarakat Indonesia paham bagaimana mengelola dan memanfaatkan data-data yang dimilikinya di area digital. Termasuk dalam pembayaran digital, sehingga data-data yang dikelola suatu pihak perlu digunakan cocok dengan peruntukannya.

“Ruang digital itu merupakan extended reality, bukan area maya. Prinsip-prinsip yang tersedia dalam area digital serupa dengan area fisik, cuma caranya saja yang berbeda,” tutupnya.