Lebih Berhati-hati, Inilah Penyebab Umum Penyakit Sars.

Sars atau Severe Acute Respiratory Syndrome yang disebabkan oleh virus coronavirus. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan sehingga rentan dengan gejala pilek, flu, batuk, bersin, batuk kering dan lainnya. Sementara virus ini merupakan jenis virus yang memang sering menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan atas.

Dilansir dari Klikdokter, coronavirus terdapat enam jenis yang diketahui dapat menginfeksi. Empat di antaranya sangat umum menginfeksi manusia. Diperkirakan setiap orang akan dengan mudah terinfeksi setidaknya oleh salah satu dari empat jenis coronavirus dalam hidupnya. Pilek, flu, batuk pun disebabkan oleh sejenis virus coronavirus.

Dua jenis virus ini diketahui menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan juga Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Kedua virus ini terbilang lebih jarang ditemukan. Tetapi sangat berakibat fatal jika sampai menjangkit seseorang. Para ilmuan kesehatan memperkirakan Sars CoV ada karena mutasi coronavirus yang banyak menginfeksi hewan, menjadi jenis virus yang baru kemudian menular dan menginfeksi pada manusia.

Melalui halaman alodokter, seseorang mampu menyebarkan Sars melalui pernapasan seperti saat batuk dan bersin. Virus yang keluar dengan mudah menjangkit orang lain yang ada di sekitarnya. Selain itu juga melalui kontak langsung dari kulit seperti berjabat tangan, memegang barang yang baru saja dipegang oleh penyakit Sars, dan lainnya.

Dilansir dari lipi.go.id, selain dapat menginfeksi manusia, virus ini juga mampu menginfeksi banyak binatang. Seperti babi, kucing, tikus, anjing, kelinci ayam dan sapi. Pada hewan juga, umumnya dapat menyebabkan gejala yang mengganggu sistem pernapasan (pneumonia) sama seperti yang terjadi pada manusia. Maka penyebab penularan virus ini juga bisa disebabkan karena banyaknya interaksi dengan hewan. Tapi bukan berarti kita harus menghardik hewan dengan seenaknya. Yang bisa dilakukan adalah batasi interaksi kita dengan hewan tersebut.

Diketahui, bahwa virus tersebut tidak stabil hidup di udara, hanya mampu bertahan hidup selama tiga jam sehingga kemungkinannya kecil untuk penularan lewat udara melainkan melalui bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi terhadap orang yang dekat dengannya.

Dari depkes.go.id, Pemerintah RI telah menetapkan Sars atau penyakit pernapasan gawat mendadak sebagai penyakit yang mudah menimbulkan wabah penyakit. Dikukuhkan pada Undang-undang No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Pengumuman pemerintah itu telah dituangkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 424/MENKES/SK/IV/2003 serta dimulai sejak tanggal 3 April 2003. Hal ini semakin membuat penyakit Sars begitu mengkhawatirkan.

Namun meskipun berbahaya dan benar-benar mengkhawatirkan, penyakit Sars ini bisa dicegah dengan cara yang sederhana. Dikutip dari doktersehat, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari segala hal yang bersumber dari penyakit tersebut. Kita dianjurkan untuk menghindari daerah pembawa wabah penyakit Sars. Selain itu, hindari kontak langsung dengan orang yang terkena penyakit Sars. Namun meskipun demikian, kita tidak boleh menjauhi atau mendiskriminasi mereka karena mereka terinfeksi Sars. Tetaplah bergaul, namun dengan tetap memerhatikan kesehatan dan lingkungan kamu .

Sementara itu, dilansir dari Halodoc, belum ditemukan secara pasti pengobatan yang dapat mengatasi Penyakit Sars ini.

Cara yang paling baik untuk mencegah suatu penyakit adalah menghindari kemungkinan dan sumber penyakit itu sendiri. Begitupun dengan tindakan pencegahan untuk penyakit SARS. Hindari tempat atau area terjadinya kasus SARS seperti daerah pembawa wabah penyakit SARS atau tempat ditemukannya korban yang terinfeksi SARS. Selain itu, hindari kontak intensif dengan orang yang menderita dan terinfeksi SARS dengan alasan apapun karena kontak langsung adalah salah satu penyebaran paling umum yang ditemukan dari para penderita penyakit ini. Namun untuk pengobatannya dapat diusahakan dengan penggunaan antibiotik, oksigen, fisioterapi atau dengan memperlebar ventilasi udara di rumah.

Nah, itulah penyebab umum serta cara mudah untuk penanganan Penyakit Sars. Jangan lupa untuk tetap hidup sehat, dan jangan sampai kamu anti dengan orang lain karena khawatir terkena Sars.