Kakak Tua Jambul Kuning di Pulau ini Dianggap Hama

Kakatua kecil jambul kuning atau kakatua jambul kuning adalah salah satu burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 35 cm, dari marga Cacatua.

Memiliki warna dominasi putih dan warna kuning di bagian jambul kepalanya, itu sebabnya di sebut kakak tua jambul kuning.

Jangan sampai ketinggian berita dan informasi menarik lainnya hanya di Berita Maluku.

Kakak Tua Jambul Kuning di Pulau Aru Maluku Dianggap Hama

Kakak Tua Jambul Kuning di Pulau ini Dianggap Hama

Tau ngga sih, kalau di Maluku, kakak tua jambul kuning di anggap hama, tepatnya di kepulauan Aru, Maluku.

Ini dikarenakan endemik yang terlalu banyak dan suka merusak kebun warga.

“Endemik si jambul kuning di sini banyak, warga menyebutnya hama karena sering memakan jagung-jagung warga,” kata Kapolresta Kepulauan Aru, AKBP Harold Wilson Huwae, di Mapolres Kepulauan Aru, Dobo, Maluku, Minggu (17/5/2015).

Kakak Tua Jambul Kuning di Pulau ini Dianggap Hama

Adapun beberapa warga yang memelihara burung yang satu ini dan ada pula yang menjualnya dengan harga sangat murah mulai dari Rp. 200 sampai Rp 300 ribu saja per ekor.

Berbanding terbalik kondisinya di jawa, konservasi di lakukan untuk mencegah kepunahan si jambul kuning.

Selain itu, harga pasaran di pulau jawa untuk satu ekor burung kakak tua jambul kuning ini mencapai Rp 2 juta rupiah.

Biasanya burung kakak tua akan memulai masa kawin pada bulan Oktober, dan di watu bersamaan, pasar-pasar di Aru akan dijejali dengan pedagang burung. Tidak hanya itu, kangguru pun kerap dijumpai di pasar Aru.