Dalam desain interior, dikenal beberapa konsep atau gaya yang dapat ditonjolkan dalam desain interior apartemen, antara lain minimalis, gaya Skandinavia, gaya country, dll. Di antara berbagai gaya yang ada, gaya industrial adalah salah satunya. Gaya interior apartemen industrial sangat khas karena menonjolkan material dan tekstur tertentu.

Jika Anda ingin mendesain apartemen bergaya industrial, Anda harus terlebih dahulu memahami ciri dan karakteristik dari gaya tersebut.

Ciri Khas Desain Interior Industrial

Menurut sumber dari situs rumahdokter.com, Gaya interior industrial memang memiliki daya tarik tersendiri, apalagi di era sekarang ini dimana berbagai gaya interior terus berkembang. Jika Anda ingin mengubah gaya dekorasi interior apartemen menjadi gaya industrial, sebaiknya siapkan dana terlebih dahulu. Setelah dana siap, Anda dapat berkonsultasi dengan desainer interior profesional untuk mendapatkan bantuan. Namun, jika Anda ingin menantang diri untuk mendesain apartemen sendiri, Anda juga bisa melakukannya dengan memahami beberapa ciri desain interior industrial, sebagai berikut:

  • Tektur mentah dan kasar

Salah satu ciri paling menonjol dari gaya interior industrial adalah penggunaan tekstur asli dan kasar. Tekstur yang dikenal sebagai unfinished style menjadi ciri khas gaya interior ini. Untuk menghadirkan tekstur granular asli, Anda dapat mengekspos tembok bata di dinding. Anda juga bisa menggunakan lantai semen untuk lebih menonjolkan gaya interior industrial. Anda juga bisa mengekspos rangka atap dengan tidak memasang plafon rumah.

Hal-hal ini dapat dilakukan dengan mudah di rumah tapak. Namun, mengingat biasanya ada peraturan ketat untuk tidak mengubah bagian-bagian tertentu dari apartemen, sulit untuk mencapai gaya interior industrial yang banyak mengekspos tekstur ini di sebuah bangunan apartemen. Meski begitu, gaya interior ini tetap bisa Anda terapkan pada apartemen Anda dengan menggunakan wallpaper. Namun, jika Anda menginginkan tekstur yang lebih realistis, Anda dapat menggunakan dinding yang terlihat seperti semen atau beton yang dilapisi dengan finishing khusus seperti GRC.

  • Material khas dari unsur metal dan kayu

Selain banyak menampilkan tekstur primitif dan kasar, gaya interior apartemen industrial juga menggunakan material dengan elemen logam dan kayu yang khas. Anda bisa memajang kedua elemen ini pada plafon, kusen, jendela, tangga, dan berbagai furnitur.

Biasanya elemen logam gaya interior industrial hadir pada tangga, kusen, jendela, dan plafon. Pada saat yang sama, elemen kayu dapat disajikan pada furnitur dan lantai. Meski begitu, tidak ada aturan khusus untuk hal ini, jadi Anda juga bisa memadukan kedua elemen ini pada bagian furnitur dan apartemen.

  • Desain lampu

Desain lampu juga bisa menghadirkan sentuhan unik pada gaya interior apartemen industrial. Kesan ini bisa didapatkan dengan memilih desain lampu yang tepat, seperti lampu gantung dengan cangkang hitam dan sedikit aksen emas. Selain menggunakan chandelier, Anda juga bisa menggunakan candlestick atau lampu gantung. Penggunaan lampu gantung di dalam apartemen industrial akan memberikan kesan lembut, sehingga cocok untuk mengimbangi kesan kasar gaya interior industrial.

  • Perabotan berbahan metal

Setiap keluarga membutuhkan furnitur, jadi furnitur adalah suatu keharusan. Namun, memilih furnitur yang desainnya tidak sesuai dengan gaya interior dapat mengurangi poin, terutama jika menggunakan gaya interior yang kasar seperti gaya industrial. Inilah sebabnya mengapa Anda harus memilih furnitur dan aksesori yang tepat.

Untuk rumah atau apartemen yang menggunakan gaya interior industrial, furnitur yang direkomendasikan adalah furnitur yang terbuat dari bahan logam. Misalnya, gunakan rak alat makan logam, gelas, piring, dan alat makan. Anda juga dapat menggunakan logam pada wastafel, kaki kursi, kaki meja, dan bahkan pot bunga.

  • Pemilihan warna cat

Jika pada gaya interior minimalis, warna yang paling mencolok adalah putih untuk memberikan kesan embossment, maka gaya interior apartemen industrial memiliki warna cerah yang berbeda. Dengan kata lain, warna cat harus dipilih dengan cermat agar sesuai dengan gaya yang diinginkan.

Warna yang mewakili gaya interior industrial adalah bersahaja, tidak mencolok. Ini karena gaya industrial berfokus pada tekstur asli, kasar, dan alami. Oleh karena itu, elemen kayu yang digunakan pada furnitur apartemen bergaya industrial biasanya tidak dicat atau dipernis untuk meningkatkan kesan unfinished style yang menjadi ciri gaya tersebut.

Elemen logam biasanya disorot dalam warna hitam atau perak. Meski begitu, penggunaan cat tembok berwarna putih dapat memberikan aksen dan kesan bersih, seperti pada dinding dapur.