Cara Menghitung Bunga Kredit Motor

Ketika kamu berencana ingin mengambil motor dengan skema kredit? Selain kredit motor baru atau bekas, kredit leasing, lamanya tenor, hingga langkah menghitung bunga kredit motor tentu menjadi poin-poin penting.

Menghitung bunga kredit motor jadi salah satu poin mutlak sebelum akan mengukuhkan niatan mengambil kredit kendaraan roda dua.

Selain itu, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan disaat kita akan mengambil kredit motor honda dan langkah menghitung bunga kredit motor?

 

Biaya bunga kredit dan simulasi cicilan

Misalnya, diberitahu di angka 1% per bulan, setelahnya kita pun perlu mengecek kebenaran info bunga tersebut. Caranya?

Ambil semisal di perusahaan diler atau leasing, tersedia motor dengan harga tunai Rp20 juta yang berkenan kita kreditkan. Syarat meminangnya, perlu menyodorkan down payment sebesar 30% dari harga tunai. Sehingga kamu perlu membayar Rp6 juta.

Bagaimana dengan sisanya yang Rp14 juta? Akan dikreditkan 2 th. (24 bulan) dengan persentase bunga 1,5% per bulan.

Total bunga bakal didapat dari (harga tunai  down payment x persentase bunga per bulan) x tenor 24 bulan. Setelah itu, dijumlahkan lagi dengan sisa utang yang ada. Sehingga didapat angka cicilan yang tergantung pada masa tenor. Jadinya:

 

Total bunga : (Rp14.000.000 x 1,5%) x 24 = Rp5.040.000

Total utang : Rp 14.000.000 + Rp3.360.000 = Rp17.360.000

Cicilan bulanan : Rp17.360.000 / 24 = Rp723.333

 

Nah, pastikan angka hasil akhir berikut perlu akur dengan cicilan per bulan yang tercantum di brosur dengan masa tenor 2 tahun. Kalau nyatanya lebih besar? Harus dipertanyakan lagi ke perusahaan diler atau leasing tersebut.

Itu dengan semisal tenor 2 tahun. Kalau lebih lama masa cicilan? Ya makin membesar pula bunga yang dikenakan.

 

Biaya asuransi

Umumnya, belanja motor kini ditambah dengan asuransi kendaraan. Asuransi ini mampu jadi solusi jika hingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, layaknya terjadi kecelakaan hingga pencurian.

Ada dua style asuransi yang mampu kamu memilih yakni asuransi All Risk dan Total Lost Only (TLO). Asuransi All Risk meng-cover semua kerugian pada motor, juga perbaikan.

Sementara itu, asuransi style Total Lost Only hanya meng-cover jika terjadi kerusakan sebesar 70% dan seumpama terjadi pencurian. Kamu mampu memilih penyedia asuransi yang terpercaya.

Ada beberapa syarat-syarat asuransi yang perlu dipenuhi. Seperti mempunyai banyak fitur, tersedia cabang paling dekat yang mampu kamu akses, hingga cepat melayani klaim.

Jangan tergesa-gesa memutuskan
Setelah jelas penjelasan di atas, kini waktunya kamu mengayalkan masak-masak apakah sebetulnya perlu mengambil kredit motor.

 

Biaya tambahan dari leasing

Selain cost bunga kredit motor, beberapa leasing juga memutuskan cost tambahan yang perlu kamu tahu.

Agar tidak terjebak, kamu perlu menanyakan pada leasing berapa besar cost penalti jika kamu mampu melunasi kredit sebelum akan batas kala yang disepakati. Jangan hingga kamu kaget karena tagihan lebih besar dari seharusnya. Selain cost penalti, tersedia dua cost tambahan lain berbentuk cost administrasi dan cost fidusia.

Adapun untuk cost administrasi, masing-masing leasing memilih jumlah berbeda-beda. Konfirmasi ke leasing yang kamu memilih pernah untuk lebih jelasnya. Biaya administrasi lebih kurang Rp150 ribuan.

Sementara itu, untuk menanggung perjanjian antara kamu dan leasing, kamu perlu bayar cost fidusia. Biaya ini diperuntukkan untuk menanggung perjanjian supaya sesuai dengan undang-undang.

 

Besaran angka cicilan

Meminang motor perlu jeli dan penuh pertimbangan karena jadi bagian dari sebuah keputusan. Terkadang kita senang abai dalam memandang angka cicilan murah yang tercantum di brosur kredit motor.

Pernah gak kita mengayalkan patokan angkanya mampu darimana ya? Biar gak bingung, Lifepal mempunyai simulasi kredit nih buat kamu.

Angka cicilan didapat dari paduan kredit dan bunga. Untuk urusan bunga, sering kadang perusahaan diler atau leasing enggan terhubung mulut. Buat apa juga disodorkan, toh calon nasabah juga lebih antusias dalam perhatikan cicilan per bulan.

Coba deh sesekali menanyakan ke perusahaan diler atau leasing. Iseng saja menggali pertanyaan, “Berapa sih bunga yang dikenakan dan bagaimana langkah menghitung bunga kredit motor?”

 

 

Nah, untuk membantumu memutuskan, tersedia baiknya mengikuti tips berikut:

 

 

Bandingkan dengan area lain

Perusahaan diler atau leasing bukan hanya A saja kok, masih tersedia B dan seterusnya. Lagi-lagi, jangan ringan kepincut hanya karena terbius angka cicilan rendah yang tercantum pada brosur. Cara yang lain, mampu juga dengan membandingkan per brosur yang sudah kamu terima.

Pilihlah diler atau leasing dengan tingkat reputasi yang baik. Dengan obyek supaya kamu memperoleh penawaran yang paling sesuai dan paling menguntungkan. Sehingga meminimalisir terdapatnya risiko kerugian setelah cicilan sudah terjadi dan selepasnya.

Gampangnya, kamu mampu pergi menemui tiap sales untuk menggali info pada masing-masing perusahaan diler atau leasing. Bisa juga dengan berselancar di internet dan memperoleh perbandingan harga. Pertimbangkan pada hal-hal yang di tawarkan dengan acuan yang bijak.

Persoalan kejujuran pun juga perlu dipertimbangkan. Misalnya, tentang pokok bunga yang sudah dibahas di awal. Jangan hingga disaat kamu sudah menghitung dengan persentase yang ada, kok hasilnya tambah jadi beda.

Banyak orang berpikir belanja motor dengan langkah kredit itu begitu mudah. Meski begitu, tersedia kasus tanggung jawab di dalamnya. Pikirkan matang-matang atas hal-hal di atas sebelum akan mengambil ketetapan jalankan kredit motor.

 

menyesuaikan dengan isi kantong

Selanjutnya, pahami pernah keadaan anggaran. Yang perlu diketahui, tersedia tiga motif jika kita memilih mengambil kredit motor. Pertama, belanja motor untuk pertama kali. Kedua, mengganti motor. Ketiga, meningkatkan motor.

Kalau kita mempunyai motif yang pertama? Bukan jadi masalah, seumpama kita sudah perhatikan besaran angka cicilan juga bunga yang Lifepal bahas tadi.

Namun, seumpama kita mempunyai motif kredit motor untuk mengganti motor atau meningkatkan motor baru, alangkah lebih bijak jika kita mengusahakan untuk mengecek kebugaran kantong lebih-lebih dahulu.

Ada yang bilang motor lama dijual, buat DP ngambil motor baru. Seterusnya tinggal nyicil saja deh. Nah, kasus menyicil ini jangan hingga memberatkan tingkat kekuatan keuangan.

Ambil tenor cepat di bunganya rendah, namun angkanya jadi beban. Ambil tenor lama di bunganya tinggi, namun angkanya bersahabat. Betul, semua tersedia plus minusnya!

Begitupun dengan motif meningkatkan motor baru. Harus disadari bahwa fungsionalnya bakal digunakan untuk apa. Yang mutlak cicilan terjadi aman, yang ditentukan pada aspek kemampuan.