Rajab merupakan salah satu bulan dari 4 bulan haram atau suci, yakni, Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Berikut Amalan di Bulan Rajab Yang Bisa Dikerjakan.

Tanggal 1 Rajab 1444 H bertepatan dengan Senin, 23 Januari 2023 dalam kalender Masehi. Artinya, mulai hari ini ada banyak amalan bulan Rajab yang bisa dikerjakan.

Mengutip buku Doa & Amalan di  , Sya’ban & Ramadhan yang disusun oleh Tim Zahra, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Rajab. Sebagaimana sabdanya:

“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah yang agung. Kemuliaan dan keutamaannya tak tersaingi oleh bulan-bulan lainnya. Di bulan ini diharamkan berperang dengan orang-orang kafir.

Adapun Syaban, itu adalah bulanku, sedang Ramadhan adalah bulan umatku. Maka barang siapa berpuasa sehari saja di bulan Rajab, ia akan mendapatkan keridaan Allah yang sangat besar dan jauh dari kemurkaan-Nya serta tertutup baginya salah satu pintu neraka.”

Amalan di Bulan Rajab

  1. Puasa Rajab

Bulan rajab adalah salah satu bulan yang jika kita berpuasa akan mendapat keutamaan. Amalan bulan Rajab bukan hanya terbatas pada puasa saja. Ada amalan lain yang bisa dikerjakan bagi umat muslim yang mengalami udzur atau halangan untuk melakukan puasa.

Berikut adalah lafal niat puasa Rajab yang dilansir dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H. Amirulloh Syarbini dan Hj. Lis Nur’aeni Afgani:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa Rajab, sunah karena Allah ta’âlâ.

  1. Memberi Makanan

 

Abdurrahman Ahmad dalam bukunya yang berjudul 12 Bulan Mulia – Amalan Sepanjang Tahun, menjelaskan amalan yang bisa dikerjakan di bulan Rajab selain puasa. Amalan ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat dan ulama.

Rasulullah SAW bersabda: “Disunnahkan bagi penghuni setiap rumah dalam setiap tahun untuk berkurban atau atirah (kambing yang disembelih pada bulan Rajab).” (Sunan Abu Dawud, An Nasa’i, Ibnu Majah).

Itulah yang disebut dengan Rajabiah.

Memang dalam Shahihain disebutkan dari Abu Hurairah ra., sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada fara (anak unta yang disembelih untuk Tuhan mereka) dan tidak ada atirah (kambing yang disembelih pada bulan Rajab)” Namun, di antara mereka ada yang mengatakan, ‘tetapi disunahkan’, di antaranya Ibnu Sirrin ra. dan yang lainnya.

Imam Ahmad meriwayatkannya dari penduduk Bashrah dan dikuatkan alim ulama hadits mutaakhirin. Imam Hambali mengutip riwayat tersebut dari Ahmad.

Mereka menetapkan boleh melakukannya dengan berdasarkan riwayat bahwa orang-orang berkata kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami menyembelih di dalamnya (bulan Rajab) pada masa Jahiliah.

” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sembelihlah karena Allah dalam bulan apa pun, dan berbuat baiklah karena Allah, serta berilah makanan.” (Nasa’i: VII/169 dan 171).

Abu Razin ra. berkata: “Wahai Rasulullah, kami berkurban dengan sembelihan pada masa Jahiliah, yakni pada bulan Rajab. Kemudian kami makan dan memberi makan orang-orang yang mengunjungi kami” Rasulullah bersabda: “Tidak mengapa.” (An-Nasa’i).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sembelihlah kambing pada bulan Rajab sebagaimana yang dilakukan orang-orang Jahiliah.

Tetapi jika ada orang yang hendak melakukannya, sembelihlah karena Allah, kemudian makan dan bersedakahlah. Lakukanlah demikian.” (Ath Thabrani).

Alim ulama menyebutkan juga hadits “Tidak ada fara dan tidak ada atirah”, kemudian mereka menyatakan bahwa yang dilarang adalah perilaku yang dibuat orang-orang Jahiliah, yaitu penyembelihan yang dilakukan bukan karena Allah.

Jadi, penekanan dalam hadits-hadits di atas adalah hendaknya makanan yang dibagikan, dimakan, atau disembelih adalah semata-mata karena Allah bukan karena selain-Nya.

  1. Berdoa

Anas bin Malik ra. meriwayatkan:

“Apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab, beliau akan berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” (Abu Nu’aim, Al-Hilyah: Ad-Dailami, Musnad Al Firdaus; Imam Nawawi, Al-Azkar).

“Sampaikan kami ke bulan Ramadan”, maksudnya, panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadan sebab bulan Ramadan memiliki kemuliaan dan keutamaan yang sangat banyak.

  1. Memperbanyak Istighfar

Dalam buku Doa & Amalan di Bulan Rajab Sya’ban dan Ramadhan oleh Tim Zahra, disebutkan bahwa bulan Rajab adalah bulan pengampunan. Imam Ja’far ash Shadiq meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Rajab adalah bulan pengampunan bagi umatku, maka perbanyaklah beristighfar di bulan ini, karena Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bulan Rajab dijuluki dengan al Ashab (pelimpahan) karena pada bulan ini terdapat rahmat Allah yang dilimpahkan kepada umatku. Sehingga perbanyaklah mengucap,

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Arab latin: Astaghfirullah wa as aluhut taubah

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.”

Rasulullah SAW menganjurkan untuk beristighfar sebanyak 70 kali di siang hari dan 70 kali di malam hari, lalu mengangkat tangannya dan berkata:

اللهم اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ

Arab latin: Allahummaghfirli wa tub ‘alayya

Artinya: “Ya Allah ampunilah aku dan terimalah tobatku.” Simak Video ” Jadwal Puasa Rajab, Bacaan Niat dan 6 Keutamaannya” [Gambas:Video 20detik] (dvs/erd) rajab bulan rajab amalan rajab sunnah hikmah puasa rajab.

By roket