Wisata keliling perairan Indonesia sanggup dicoba bersama dengan langkah “Live On Board” (LOB).

Wisatawan sanggup menginap di kapal kayu atau phinisi, lalu mengunjungi obyek-obyek wisata baik di laut maupun darat.

Lalu apa yang membedakan LOB bersama dengan wisata bahari lainnya?

Ecy selaku Sales & Reservation dari sebuah penyedia seperti Sewa kapal labuan bajo wisata LOB, Pearl of Papua, menjelaskan lebih dari satu keuntungan yang sanggup didapatkan oleh wisatawan.

“Kalau resort kan gak sanggup menjangkau semuanya, itu pemula-pemula yang tinggal di resort. Kalau diver yang sudah profesional, mereka memilih LOB dikarenakan menjangkau sepenuhnya sampai ke selat-selat dan laguna paling kecil,” kata Ecy kepada KompasTravel di sela-sela acara Deep & Extreme 2017 di Jakarta lebih dari satu hari lalu.

Ia menjelaskan wisata LOB menawarkan sensasi petualangan di tengah laut.

Kapal yang wisatawan tumpangi dapat berlayar di tengah laut dan menuju titik-titik selam.

“Kalau teristimewa jelas, satu kapal itu 15 orang. Pengalaman makan di atas kapalnya juga menarik. LOB itu juga makan di tengah laut. Bisa dengar suara ombak di laut,” malah Ecy.

Biasanya operator wisata LOB juga dapat mengajak wisatawan untuk menuju satu pulau di tengah laut untuk barbeque.

Thian selaku Chief of Reservation dari penyedia wisata LOB lainnya, Grand Komodo, menjelaskan wisata LOB tak terbatas dalam pergerakan.

Salah satunya ketika menjelajah tempat-tempat wisata.

“Kalau stay di resort kan naik speed boat. Dia (kapal cepat) dibatasi jaraknya. Kalau amat jauh bensinnya bagaimana, kecuali ombak besar bagaimana,” ujar Thian kepada KompasTravel terhadap kesempatan yang sama.

By toha