Perkembangan dunia robot hari ini tidak hanya didominasi pada daya tahan dan kecerdasan buatan yang tertanam tapi juga pada fleksibilitas dan fungsionalitasnya. Hari ini beberapa kampus mengembangkan robot Ultra fleksibel yang akan berdampak besar pada dunia kesehatan dan perkembangan nanomaterial yaitu robot logam cair dan robot lendir.

Para ilmuwan telah menciptakan logam cair yang dapat ditarik memanjang ke segala arah seperti robot Termimator difilm Terminator 2.

Sebuah makalah yang merinci terobosan tersebut telah diterbitkan dalam jurnal applied materials and interface bersama dengan video yang menjabarkan material unik tersebut. Ada beberapa kampus besar yang sedang fokus pada penelitian ini yang pertama adalah Sociaty University Swansea University dan di Asia ada beihang university di Cina.

Para pakar peneliti di Swansea Universitas fancy melibatkan pemakaian elektrik untuk memanipulasi logam cair menjadi bentuk dua dimensi, seperti bentuk huruf dan bentuk hati. Para peneliti juga menuju pada pembentukan tiga dimensi, dilansir dari techreporter.com, anggota kelompok peneliti mereka mengatakan bahwa penemuannya mempresentasikan bahan elemen baru yang menjanjikan dimana bentuknya dapat dirubah sesuai dengan keinginan si pemegang.

Baca juga status hak atas tanah dari hak guna bangunan menjadi hak milik dalam sebuah transaksi pembelian rumah

Tentu saja ini akan membuka kesempatan baru terhadap ruang lingkup bahan material yang dapat berubah bentuk.

Seorang peneliti dari Universitas dalam proyek tersebut mengatakan bahwa ruang medan listrik digunakan untuk membentuk cairan yang dibentuk melalui kinerja komputer. Artinya posisi dan bentuk dari logam cair dapat diprogram dan diatur secara dinamis yang sebelumnya didesain melalui grafis pada komputer.

Dilansir dari interesting engineering logam perak tersebut dapat ditarik dan diputar menggunakan net dan dapat digunakan untuk menutup sirkuit kelistrikan. Sementara itu American chemical Society menjelaskan bahwa penelitian yang dikerjakan oleh para ilmuwan di behymer City di Cina. Ilmuan menambahkan partikel besi ketetesan campurkan galium, indium dan Timah yang direndam dalam asam klorida.

Lapisan oksida galium terbentuk pada permukaan tetesan yang menurunkan tegangan permukaan logam cair. Hal tersebut memungkinkannya untuk meregangkan materi dan bergerak tanpa rusak.

Ada banyak logam yang memiliki cairan pada suhu ruangan seperti kalium dan paduan tertentu. Logam yang meleleh pada suhu rendah ini memiliki sifat menarik seperti sifat konduktivitas yang tinggi dan kemampuan untuk dimanipulasi.

Properti unik ini membuatnya sangat baik untuk digunakan dalam robotika dan elektronik lunak. Dengan menambahkan partikel magnetik pada logam ini mereka juga dengan mudah dapat dimanipulasi oleh magnet dan ragam bentuk. Namun karena logam-logam ini memiliki tegangan permukaan yang tinggi maka material hanya dapat dimanipulasi pada bidang horizontal dan harus sepenuhnya terendam dalam cairan untuk mencegah cairan berubah menjadi pasta kering.

Selama digerakkan para peneliti dari Universitas Bean di China termasuk liang Who ingin membuat logam cair yang bisa mengatasi problem ini. Mereka menambahkan partikel besi galium, indium dan paduan Timah yang direndam dalam asam klorida. Hal ini menyebabkan lapisan oksida galium terbentuk pada permukaan tetesan yang pada gilirannya menurunkan tegangan permukaan logam cair.

Dengan menggunakan metode ini, mereka dapat meregangkan tetesan hingga hampir empat kali lebih panjang dari ukuran normal.

Logam cair ini juga membuktikan daya konduktivitas dengan menyalakan bola lampu LED yang dihubungkan ke rangkaian sederhana jika material ini sudah matang dari sisi riset dan yang tidak mungkin kita akan mendapatkan robot yang bisa berubah bentuk menjadi apapun layaknya film Terminator.

Selain robot metal cair baru-baru ini, universitas di Hongkong membuat gebrakan dengan zat yang lebih kental yaitu Robert slime atau lendir. Zat ini hampir mirip dengan logam cair namun memiliki bentuk yang lebih lunak dan lengket.

Kedua jenis robot ini disinyalir akan mengubah cara kerja kedokteran dimasa depan dan peradaban modern. Robot lain bisa digunakan untuk mengoperasi pasien ketika kita memikirkan operasi robotic kita mungkin berpikir tentang lengan robotik yang dikendalikan dari jarak jauh yang berputar di atas pasien atau kamera indostop kecil yang membantu ahli bedah menavigasi dengan instrumen yang tepat.

Namun robot lendir bisa melakukan lebih dari itu robot yang dikendalikan secara magnetis bisa merayap melalui saluran pencernaan dan mengambil benda asing yang masuk atau bahkan bisa menemukan lokasi sel kanker dan mengobatinya di lokasi yang akurat.

Bisa juga digunakan untuk membersihkan pembuluh yang tersumbat agar peredaran darah kembali lancar. Itulah ide dibalik robot lendir magnetic yang dapat dikonfigurasi ulang dapat menembus ruang sempit, membungkus benda dan bahkan menyusutkan diri sendiri.

Setelah dipotong menjadi dua dibuat oleh tim peneliti di channel University of Hong Kong. Slime robot adalah cairan non-newtonian yang berarti dapat berperilaku baik sebagai padat maupun cair. Selain ini terbuat dari campuran PV dan boraks tetapi juga bisa digunakan dari cairan non-newtonian menggunakan tepung maizena dan air.

Menurut Liang seorang Profesor Di Departemen teknik mesin dan otomasi dan salah satu pemimpin proyek jika anda menyentuh cairan non-newtonian dengan kecepatan tinggi ia berperilaku sebagai benda padat tetapi jika anda menyentuhnya dengan lembut dan perlahan ia berperilaku seperti cair.

Perilaku itu memungkinkan robot menjadi cukup elastis untuk bergerak tetapi cukup kuat untuk membungkus benda-benda seperti kabel dan bantalan bola.

Robot ini berbentuk partikel magnetik kecil dicampur kedalam cairan yang memungkinkan lendir dimanipulasi dengan medan magnet. Hal ini dapat dipandu melalui ruang sempit dan saluran menggunakan magnet tunggal atau berlabuh dan diregangkan dengan dua magnet. Jika kita memutar magnet pengontrol dia berperilaku seperti apa yang disebut Jung sebagai lengan gurita membungkus atau menggenggam benda dengan mudah. Campuran Slank tersebut mampu menghantarkan listrik yang juga mengatakan bahwa robot tersebut dapat digunakan untuk membungkus kabel dan memperbaiki sirkuit di tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Tetapi harapan sebenarnya dari Robot slime adalah mengujinya untuk aplikasi penyakit dalam di mana ia dapat digunakan untuk melewati saluran pencernaan tanpa menyebabkan kerusakan.

Pada perkembangan jangka panjang robot lendir dan robot metal cair yang fleksibel juga memiliki kemampuan yang sangat fleksibel untuk ditingkatkan jika diaplikasikan di militer. Robot ini digunakan sebagai alat spionase yang sangat menakjubkan bisa melekat dan menyusup ke berbagai celah dan berkamuflase dengan sempurna.

Para ahli belum bisa memberikan gambaran sejauh mana prospek dari robot cair dan slime ini. Tapi beberapa menyatakan bahwa ini akan sangat berdampak pada revolusi teknologi jangka panjang.

Arsip Infografis